Sunday, May 13, 2012

Masa Lalu

Meratapi Masa Laluku...

Andai dapat ku undur masa
alangkah baiknya...
andai kata aku tidak membuat keputusan melulu
alangkah baiknya...
Andai dapat ku tebus kesilapan yang lalu
alangkah baiknya...
Andai dapat ku putar waktu supaya
kembali kepada sebelumnya
alangkah baiknya....

Namun aku tidak memiliki semua itu
tidak dapat mengembalikan keadaan supaya 
kembali sempurna...
kerana Allah telah tetapkan itulah jalan yang aku sendiri pilih...
akhirnya aku mendapat pembalasan yang setimpal...
aku redha...tapi,aku masih ingin melakukan sesuatu...
sudah lama aku pendam dilubuk hati yang terdalam...
biarpun tidak dapat ditebus dengan airmata darah sekalipun...
aku terima kerana apa yang aku inginkan hanya
menuntut kemaafan daripada seseorang yang telah lama
aku tidak dapat buang namanya dari kotak fikiranku...

selama 7 tahun aku mengusung dosa itu...
masih belum mempunyai kesempatan untuk bertemu
namun penantian aku berakhir...
akhirnya ku temui dia...yang sudah lama aku lupakan...
namun hanya seketika...wajah itu sering kali
menjengah dikotak fikiranku...aku menangis sendiri...
ia menghantui hidup ku lagi untuk kesekian kalinya...

Penyesalan yang tak sudah sungguh menyentap 
pangkal hatiku...
tidak tahu ingin ku luah pada siapa...
umpama aku membuka pekung didada sendiri...
membuka aib ku sendiri malahan membabitkan orang lain juga...
aku hanya meluahkan apa yang terbuku dihatiku hanya pada yang Esa
kerana dia sudah menjadi saksi dengan apa yang telah ku lakukan dulu...
dia tahu salah dan silap ku dulu yang lebih mengagungkan
jalan yang kelam,hitam dan suram...

Kini ku sedar kekhilafan diri...
hanya mampu menangisi nasib hidupku...
sekian lama aku menutup hati ini kerana aku tahu
pasti  kelak aku mendapat balasan yang sama...
hukum karma yang sememangnya akan terpalit pada diriku...

Bila wajah itu datang kembali dalam hidupku...
aku kembali murung, serba salah, perasaan malu yang membuak-buak...
ingin saja waktu itu aku melafazkan kata "MAAF'
namun kata-kata itu hanya tersekat dikerongkong sahaja...
malu bila mengenangkan perbuatan ku dulu...
gelaran yang sudah acap kali aku singkirkan selama ini...
ya Allah, tabahkan hati ku ini....

Dia memang seorang yang baik...
kerana pentingkan diri sendiri aku telah
mengkhianati kawan ku sendiri...walaupun kita tidak rapat
namun untuk seketika mengenalimu sungguh membuat aku
rasa cemburu dan bangga akan dirimu itu...
sungguh hina diriku ini...
akhirnya setelah sekian lama aku tunggu saat itu...
akhirnya Allah mengakhirkan penantian ku
untuk mencari si dia...ku bertemu semula...
aku cuba berlagak tenang namun hatiku berkalut ribut...

Malu! Malu! Malu!
Hanya itu yang mampu aku teriakan di dalam hati...
maafkan aku wahai teman kerana merampas apa
yang bukan milik ku dulu...
dahulu memang aku alpa,leka dan lalai...
asyik dalam syurga dunia yang hanya sementara semata-mata
aku pasti kau juga terluka apabila melihat aku semula...

luka lama berdarah kembali...
namun kini parut itu semakin menampakkan garisnya semula..
hidupku kembali tidak menentu mengenangkan
dosa yang sudah lama aku bawa bersama...
bawa bersama hati ku yang lara....
sampai bila harusku jadi begini???
aku tak mampu terus-terusan dalam keadaan ini...

aku berharap kita akan bertemu lagi kelak
dan kata maaf itu pasti akan ku ucapkan...
diharap segala kesilapan dan kekhilafan ku yang dulu
kau maafkan...hanya itu yang ku inginkan..
tidak lebih tidak kurang...
namun ku tahu untuk melupakan semua itu susah sekali...

tapi, hanya kata-kata maaf...hanya itu aku bermohon
ianya suatu hari nanti akan keluar jua dari bibirmu...
aku tidak sanggup terus-terusan rasa begini...
sungguh menyakitkan dan memeritkan...
aku tidak sesekali menyalahi takdir...
malahan aku bersyukur kerana diberi ujian sebesar dan sehebat itu...
kaulah satu-satunya wanita yang tabah dalam mempertahankan hak kau...
padahal aku mati-matian masih dalam kebelengguan...

MAAFKAN AKU!!!

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
:: Untuk apa meraih kecintaan manusia andai diri dimurkai Sang Pencipta. Berilmu bukan bererti menunjukkan kepandaian tetapi hanyalah utk diamalkan. Tiada berguna memperoleh sanjungan disisi ramai andai diri hina disisi Tuhan. Aku hanyalah seorang hamba hina yg sering diselubungi dosa-dosa. Hanya mampu merayu dan mengharap agar diri ini kembali bersih sebelum pergi mengadap Illahi::




Red Butterfly